Minggu, 10 April 2022

Ini dia Keunggulan dan Kekurangan Bank Digital

 

Kita tentu sudah mendengar bank DBS yang diakui sebagai Bank Digital terbaik di dunia oleh Euromoney. Atau Kakao Bank dari Korea yang menjadi bank digital dengan asset terbesar di Korea Selatan mengalahkan Bank konvensional terbesar di Korea. Tidak sedikit bank konvensional melahirkan bank digital mereka, atau paling tidak akses digital untuk para nasabah mereka. Sebut saja, bank BTPN yang menciptakan Jenius, DBS dengan Digibank, bank OUB dengan TMRW, bank Permata dengan PermataMe atau Livin’ dari Mandiri. Ini menunjukkan bahwa bank digital memiliki peluang yang besar dimasa depan. Hal ini tak lain dan tak bukan adalah karena bank digital membawa banyak kemudahan dan efektifitas dalam hidup, baik dari segi biaya, tenaga, atau waktu.

Ada berbagai indikator mengapa bank digital bisa berkembang dengan begitu pesat, salah satu indikator terbesarnya adalah karena kecanggihan teknologi yang terus mengalami kemajuan hari demi hari. Masyarakat mulai mengandalkan internet atau kecanggihan teknologi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Hal ini juga diperkuat dengan kehadiran covid-19 sejak beberapa tahun belakangan yang membatasi gerak masyarakat untuk bepergian keluar rumah. Jadi, signifikan, pola kebiasaan masyarakat telah banyak berubah. Membeli pulsa tak lagi harus datang langsung ke konter, mesan makanan tak harus datang ke restoran, membeli baju tak harus datang ke toko, dan menikmati layanan bank pun tidak harus datang ke bank karena semuanya bisa diakses secara online.

Akses Lewat Smartphone

Bank digital berarti semua layanan bank dialihkan ke sistem digital atau online, mulai dari membuka rekening, menabung, dan melakukan berbagai transaksi. Dengan begitu, nasabah tidak perlu repot-repot keluar rumah, berpanas-panasan atau mengantri di bank. Mereka cukup membuka aplikasi di android lalu sudah bisa membuka rekening dan menikmati berbagai transaksi lain. Lebih menarik lagi, kartu debit biasanya akan dikirim langsung ke alamatmu. Meski semua bisa dilakukan secara online, namun kamu masih bisa ke kantor bank jika memang diinginkan.

Akses Kapanpun 24 jam

Bank konvensional biasanya memiliki jam kerja dan tidak bisa melayani nasabah yang datang diluar jam kerja tersebut. Berbeda dengan bank konvensional, bank digital bisa diakses kapanpun selama 24 jam penuh. Ini adalah bagian menarik dari bank digital. Kamu bisa transfer, menabung, investasi, dan melakukan berbagai transaksi lain kapanpun  kamu mau sepanjang ada jaringan internet. Meski begitu, mungkin ada beberapa fitur yang tidak bisa dilakukan 24 jam yaitu fitur yang berhubungan langsung dengan cs aplikasi, seperti misalnya chat dengan cs atau video call dengan cs saat melakukan aktivasi akun. Fitur ini biasanya hanya direspon saat jam kerja yang sudah ditetapkan oleh bank digital.

Fitur lebih banyak

Bank digital memiliki fitur lebih banyak dibandingkan bank konvensional. Tidak sekedar menabung atau investasi, bank digital menyediakan berbagai jenis layanan lain seperti mengelola e-wallet, pengelolaan keuangan, membayar tagihan, dan membeli produk digital seperti seperti pulsa atau paket. Fitur tabunganpun tersedia dalam berbagai jenis dan bisa dipilih sesuai kebutuhan dari pengguna. Semua fitur transparan dan bisa diakses oleh seluruh pengguna.

Biaya, Bunga dan Promo

Keunggulan lain dari bank digital adalah biaya yang rendah, bunga simpanan dan deposito yang besar, dan promo yang melimpah. Baik bank konvensional maupun bank digital sama-sama terdapat biaya dan suku bunga simpanan ataupun deposito. Namun, bank digital lebih minim biaya dan menawarkan suku bunga lebih besar. Biaya yang dimaksud bisa seperti biaya setoran awal, biaya transfer, ataupun biaya administrasi. Untuk membuka rekening di bank digital Jenius misalnya, kamu tidak perlu melakukan setoran awal minimum, proses pembuatan rekening sepenuhnya bisa dilakukan tanpa mengeluarkan uang. Saat akun dan rekening sudah aktif, maka kamu langsung bisa melakukan berbagai transaksi yang ada di dalam aplikasi. Hanya saja, jika ingin memesan kartu dan diantar kerumah, baru disyaratkan harus ada saldo di akun minimal Rp500.000. Untuk biaya transfer ke bank lain, di bank konvensional biasanya dikenakan biaya. Sementara di bank digital kebanyakan gratis transfer atau paling tidak biaya transfer tidak begitu besar.

Selain itu, untuk biaya admin, bank digital bisa dibilang juga cukup ramah dikantong. Sebagai gambaran, di Jenius, biaya bulanan adalah 10 rb perbulan sementara ada bank konvensional yang mengambil biaya admin lebih tinggi dan menetapkan biaya admin sesuai dengan nominal saldo yang ada. Untuk suku bunga, jika bank konvensional rata-rata memberikan suku bunga sekitar 1-3% pertahun, maka bank digital bisa memberikan suku bunga hingga dan bahkan lebih dari 4% pertahun seperti misalnya Power Saver milik TMRW, tabungan deposito maxi saver milik jenius atau kantong nabung milik Jago. 

Tak lupa juga, bank digital memberikan banyak promo seperti diskon, reward, referral dan juga casback untuk pengguna mereka. Program promo tersebut diberikan untuk nasabah yang pertama kali membuka rekening, top up saldo, dan berbagai promo transaksi lain sesuai ketentuan dari masing-masing bank digital. 

Bank digital memang menjadi solusi perbankan masa kini yang sangat praktis dan memudahkan nasabah atau pengguna. Meski begitu, masih ada beberapa poin yang mungkin menjadi celah kekurangan bank digital. Salah satu kekurangan yang sering dikeluhkan adalah adanya kejahatan digital atau cyber. Karena menggunakan sistem internet, maka ada celah bagi penjahat cyber untuk membobol, phising, ataupun berbagai tindakan merugikan nasabah lainnya. Bank digital biasanya sudah melengkapi aplikasi mereka dengan sistem keamanan yang kuat, tapi tidak semua bank digital nyaman dan aman digunakan. Karena itu, kamu juga harus pintar memilih bank digital yang terpercaya dan memiliki bintang lima dari nasabah. Selain itu, karena pihak bank telah menerapkan sistem keamanan yang kuat, maka kamu sebagai nasabah juga memiliki andil besar untuk menjaga keamanan akunmu, dengan cara tidak memberikan kode OTP, password, ataupun Pin kepada pihak lain.

Bank digital sangat bergantung dengan internet. Tanpa adanya internet, pengguna tidak akan bisa mengakses layanan di aplikasi. Selain itu, jaringan internet juga harus stabil agar transaksi bisa dilakukan. Untuk itu, pastikan memiliki internet dengan jaringan yang stabil agar bisa mengakses bank digital dengan nyaman.


EmoticonEmoticon