Selasa, 15 Maret 2022

Yuk, Cari Tau Apa Saja Sih Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Digital?

Topik tentang bank digital banyak sekali kita temui di berbagai media beberapa kurun waktu belakangan. Mungkin ada diantara kamu yang masih belum paham apa itu bank digital. Sesuai namanya, bank digital merupakan bank yang pelayananya dilakukan secara digital atau online. Mulai dari membuka rekening, transfer, menabung, dan melakukan berbagai layanan perbankan lainnya, semua bisa dilakukan secara online.

Nah, dari sini saja, sudah terlihat jelas satu perbedaan mendasar antara bank konvensional yang selama ini kita kenal dengan bank digital. Bank Konvensional memiliki kantor fisik sebagai tempat bagi bank untuk melayani nasabah melakukan berbagai transaksi. Dengan kata lain, nasabah akan datang langsung ke bank untuk menikmati layanan perbankan, meskipun ada beberapa yang bisa dilakukan lewat telepon. Sementara bank digital hampir seluruh layanannya bisa dilakukan secara online, yaitu dengan mengakses aplikasi bank digital. Selain segi akses yang berbeda tersebut, kira-kira apa lagi ya perbedaan antara bank Konvensional dan bank digital ini?

Layanan

Dari segi layanan atau produk, bank konvensional dan bank digital tidak memiliki perbedaan signifikan. Karena sejatinya bank digital dibuat dengan tujuan untuk mendigitalkan setiap layanan perbankan. Layanan perbankan konvensional seperti transfer uang, menabung, berinvestasi, deposito, pinjaman juga kebanyakan dimiliki oleh bank digital. Namun, mungkin ada beberapa layanan di bank digital yang tidak dimiliki oleh bank konvensional seperti misalnya berbagai fitur transaksi di aplikasi, baik itu membeli produk digital seperti pulsa dan paket internet, membayar tagihan listrik, air, dan tagihan lain, pengaturan e-wallet, sistem pembayaran untuk berbelanja seperti scan QR, dan berbagai fitur lain yang hanya di dapatkan di aplikasi.

Fleksibilitas

Menikmati berbagai layanan di bank digital dirasa lebih fleksibel dibandingkan dengan bank konvensional. Pengguna bisa mengakses fitur bank digital kapanpun tanpa terpatok jam operasional. Hanya untuk beberapa kasus seperti misal video call dengan cs saat pembukaan rekening. Untuk bisa video call dengan cs biasanya memang hanya bisa dilakukan di jam operasional yang sudah mereka tentukan. Selebihnya, aplikasi bisa diakses kapanpun dan dimanapun kamu inginkan, sepanjang masih ada jaringan internet.

Selain itu, fitur menabung di bank digital biasanya lebih fleksibel dan memiliki banyak jenis sesuai kebutuhan. Seperti di bank digital Jenius misalnya, terdapat tabungan dream saver, flexi Saver, lalu Maxi Saver. Di dream saver dan flexi saver, pengguna bisa membuat beberapa judul tabungan sesuai kebutuhan mereka lengkap dengan foto seperti misalnya tabungan untuk “Jalan-jalan ke Korea 2021” atau “Membeli hewan kurban”. Jika salah satu tabungan tersebut sudah finish, maka kamu tinggal membuat judul baru untuk tabungan baru. Jangka waktu dan jumlah autodebit bisa ditentukan sendiri. Bahkan, jika dibutuhkan uang juga bisa diambil sewaktu-waktu tanpa biaya penalti. Begitu pula di aplikasi Jago yang memiliki “kantong Jago” dimana kamu bisa membuat hingga 40 kantong (tabungan) dan bisa diatur atau diubah sesuai kebutuhanmu.  Ini hanyalah sedikit gambaran bagaimana fleksibelnya fitur di bank digital.

Kantor/Wujud

Bank Konvensional pada umumnya memiliki kantor pusat dan kantor cabang di beberapa tempat. Hal ini berguna untuk bisa menjangkau lebih banyak nasabah dan mempermudah nasabah yang ingin melakukan layanan perbankan. Mereka tidak perlu datang ke bank pusat yang lokasinya jauh karena adanya kantor cabang. Sementara, bank digital biasanya hanya memiliki kantor pusat sebagai tempat bagi para team untuk melayani nasabah mereka. Bank digital tidak begitu membutuhkan kantor cabang karena sebagian besar nasabah mereka tidak datang ke kantor dan melakukan keperluan bank mereka lewat aplikasi. Sehingga pelayananya pun dilakukan secara online.

Biaya dan Suku Bunga

Baik bank konvensional maupun bank digital sama-sama terdapat biaya dan suku bunga simpanan ataupun deposito. Namun, kebanyakan bank digital lebih minim biaya dan menawarkan suku bunga lebih besar.  

Sebagai gambaran, di Jenius, biaya bulanan adalah 10 rb perbulan tanpa pandang total saldo, sementara ada bank konvensional yang mengambil biaya admin lebih tinggi dan menetapkan biaya admin sesuai dengan nominal saldo yang ada, semakin besar saldo maka biaya adminnya juga semakin besar. Tidak hanya itu, Bahkan ada bank digital yang gratis transfer ataupun transaksi dan bebas biaya admin bulanan.

Untuk suku bunga, jika bank konvensional rata-rata memberikan suku bunga sekitar 1-2 % pertahun, maka bank digital bisa memberikan suku bunga hingga 4% pertahun seperti misalnya Power Saver milik TMRW, tabungan deposito maxi saver milik jenius atau kantong nabung milik Jago. Bank digital biasanya juga lebih banyak memberikan berbagai program promo menarik untuk penggunanya. 

Itu dia secara garis besar perbedaan antara bank Konvensional dengan bak digital. Mungkin masih ada perbedaan lain yang tidak sempat disebutkan dalam artikel ini. Bank digital menawarkan akses perbankan yang praktis dan berbagai kemudahan dalam bertransaksi. Hal ini memberi banyak keuntungan untuk pengguna dari berbagai segi, yaitu waktu, biaya, dan tenaga. Pengguna memiliki lebih banyak kesempatan untuk menikmati hidup dengan keuangan yang terarah. Sehingga tidak heran jika saat ini perkembangan bank digital begitu lincah.

Karena itu, mau tidak mau bank konvensional juga perlu melakukan adaptasi dengan ikut memberikan layanan secara digital atau online agar tetap bertahan. Jika tidak maka bukan tidak mungkin jika posisi mereka perlahan digeser oleh kehadiran bank digital. Saat ini tidak sedikit bank konvensional yang memiliki bank digital mereka sendiri atau paling tidak memiliki layanan digital seperti mobile banking. Beberapa diantara bank konvensional yang mulai merambah pasar digital seperti misalnya BTPN yang meluncurkan Jenius, Mandiri dengan Livin', Bank DBS dengan Digibank, Bank Permata dengan PermataMe, dan masih banyak bank lain.

 




EmoticonEmoticon